Pernahkah kalian mendengar kata "Fotografi"? Berikut sejarahnya:
Sebelum kita masuk ke sejarah fotografi, ada baiknya kita mengetahui apa pengertian dari fotografi itu sendiri, Fotografi berasal dari kata Yunani yaitu
"phos": cahaya dan "graphien": melukis/menulis adalah
proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. Secara umum, fotografi
berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek
dengan merekam pantulan cahaya pada media yang peka cahaya. Alat paling populer
untuk menangkap cahaya ini adalah kamera. Tanpa cahaya, tidak ada foto yang bisa
dibuat. Konsep dasar fotografi melibatkan menangkap cahaya pada permukaan
sensitif untuk menciptakan gambar yang direkam. Proses atau seni menciptakan
gambar yang tahan lama dengan merekam cahaya atau radiasi elektromagnetik
lainnya pada permukaan sensitif. Sejarah fotografi dimulai dengan perkembangan
teknologi dan eksperimen di bidang optik, kimia, dan mekanika.
Sejarah fotografi merupakan perjalanan panjang yang
mencerminkan perkembangan teknologi dan pergeseran budaya. Dari eksperimen awal
hingga era digital, fotografi terus menjadi bagian integral dari kehidupan
manusia.
Penemuan fotografi umumnya diatribusikan kepada Joseph
Nicéphore Niépce setelah berhasil menghasilkan gambar permanen pada tahun 1826
dengan memproyeksikan cahaya melalui lensa ke permukaan berlapis aspal. Meski
proses ini memakan waktu lama dan hasilnya kasar.
Beberapa penemuan lain turut mendukung, seperti percobaan
Angelo Sala pada 1614 dengan perak nitrat yang dibakar oleh sinar matahari
dengan kertas dibungkus. Ini dikemukakannya pada tulisannya yang berjudul
Septem Planetarum terrestrium Spagirica recensio, "Jika serbuk perak
nitrat terkena sinar matahari, maka akan berubah menjadi hitam seperti
tinta". Penemuan dengan efek sinar matahari ini dianggap kurang berguna
oleh ilmuwan lain. Pada tahun 1717, Johann Heinrich Schulze, profesor Jerman
yang menggunakan botol berisi perak nitrat dan kapur secara tidak sengaja ada
dekat jendela. Campuran ini membuat menjadi gelap dengan sebagian berwarna
putih dan membuat garis pada botol. Seorang ahli kimia, Carl Wilhelm Scheele
menemukan ammonia larut dalam perak nitrat tetapi bukan partikel gelap.
Penemuan ini membuat untuk menstabilkan suatu gambar perak nitrat, ini dianggap
sebagai penemuan eksperimen fotografi. Kemudian tahun 1800 Thomas Wedgwood
menangkap gambar dengan kamera obskura.
Pada awal abad ke-19, beberapa penemuan dan eksperimen
oleh para ilmuwan dan seniman seperti Joseph Nicéphore Niépce dan Louis
Daguerre mengarah pada pengembangan proses fotografi pertama. Pada tahun 1816 Nicéphore
Niépce menggunakan kertas yang dibungkus perak nitrat berhasil membuat foto
dengan kamera yang kecil. Pada tahun 1826, Niépce menciptakan “View from the
Window at Le Gras”, dianggap sebagai foto tertua yang masih ada hingga saat
ini. "Boulevard
du Temple", daguerreotype dibuat oleh Louis Daguerre dalam tahun 1838
sebagai awal dari foto pertama dengan adanya orang di dalam foto.