Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengalaman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 16 Agustus 2026

Pertiwi

Pernahkah kalian merasa dilupakan seseorang?

Wajar. Setiap orang punya alurnya masing-masing. Ada yang menetap di ingatan, ada pula yang lenyap terkikis waktu.

Namun... Gimana kalau sosok yang melupakanmu adalah ibumu sendiri?


Lihat foto ini.
Ini ibu, abang-abangku, dan bocah yang mendekap di tengah itu adalah aku.

Sebelum lebih jauh, beliau bukan yang melahirkanku. Silsilah keluargaku rumit untuk diurai. Namun yang pasti, beliaulah yang merawat, membesarkan, dan memberikan kasih sayang utuh sejak aku kecil. Abang-abangku juga bukan sedarah, tetapi kami tumbuh di bawah naungan kasih yang sama.





Share:

Kamis, 12 September 2024

Aruntala

Aruntala (Arunika/Arutala) 

Awal yang baru, Cahaya matahari terbit/Cita-cita tinggi nan mulia. Cita-cita dan harapan yang tinggi dengan memancarkan sinar mulia. 

Setidaknya itulah artinya menurut mereka

Dengan slogan-nya
Mahacitta Manawa Bhuwana (talenta cemerlang dunia) 

Wahh, luar biasa

------------------------------------------------------

Langkah pertama di jalan tak bernama,
Babak baru terbuka, penuh harapan yang membara,

Badai mungkin datang, angin mungkin kencang,
Namun ingat, tekadku tak boleh hilang,

Langit cerah akan kembali, hujan hanya sementara,
Jangan gentar, teruslah melangkah dengan percaya, 

Yakinlah, di ujung sana cahaya terang,
Semua usaha akan terbayar dengan kebahagiaan yang tak terbilang. 

------------------------------------------------------

Awalnya diriku ini tak pernah sekalipun menyangka, 
Bahwa inilah jalan yang telah direncanakan nya. 

Sebuah jawaban yang tak terduga, 
Dari doa-doa seorang pendosa. 

Oh, tuhan ku yang katanya esa. 
Oh, tuhan yang katanya maha kuasa. 

Kalau memang ini jalan yang engkau beri, 
Maka beri aku kekuatan untuk menjalani. 

------------------------------------------------------

Ah, ibu, 
Orang yang kuanggap sebagai ibu, 
Aku masih tidak mengerti. 

Ingatkah ibu saat pertama kali mengantarku? 
Di hari pertama sekolahku? 

Kejadian yang berbeda, 
Tapi perasaannya sama. 

Apa aku siap? 
Apa aku bisa?  
Apa aku.... Tidak akan membuatmu kecewa? 


Dulu sekali.... Aku masih ingat, betapa takutnya aku, 
Untuk melangkah memasuki gerbang sekolah

Bahkan ibu perlu menemaniku masuk ke kelas, 
Menungguku hingga pulang, di pojok ruangan, 
Dengan sabar, hingga rasa takutku hilang. 

Kamu memang bukan ibuku, 
Tapi hanya padamulah aku merasakan sosok ibu. 

Tidak seperti... Monster itu, yang mengaku sebagai ibu. 
Yang mengurungku dalam kegelapan, penuh ketakutan, 
Yang memberiku luka mendalam, penuh penderitaan. 

------------------------------------------------------

Kemarin kita video call, 
Ibu menertawakan rambutku yang kini gundul, 
Kita tertawa,
Hanya untuk mengetahui bahwa akhirnya kita sama sama menangis. 
Share:

Jumat, 24 November 2023

Gupta

Cinta yang tersembunyi



Di sudut kecil hatiku, tersembunyi rahasia yang tak pernah terungkap. Aku, seorang yang diam-diam merindukan dan mencintaimu dengan segala detak jantung yang tak pernah diucapkan. Bertahun-tahun telah berlalu sejak pertemuan pertama kita, namun rasa itu tetap seperti semula, tak berubah.

iya, aku mencintaimu.

Setiap senyummu melambangkan sinar matahari di siang hari yang menerangi duniaku yang gelap. Wajahmu seperti lukisan yang tak pernah pudar, mata yang mempesona seakan memancarkan cahaya kebaikan, dan rambut yang menjuntai begitu anggun. Kecantikanmu melampaui sekadar fisik, dirimu seperti kisah indah yang tertulis dalam kepolosan setiap gerakan dan senyummu.

bahkan saat ini aku masih mengingat senyum itu.

Namun, cinta yang terpendam itu terlalu besar untuk ku ungkapkan. Aku menuliskan kata-kata tak terucapkan dalam puisi-puisi yang tersembunyi di dalam blog ini, merangkai kalimat-kalimat yang melukiskan cinta yang tak pernah kuutarakan. Aku sadar aku bukan siapa-siapa bagimu, mungkin banyak orang yang juga mencintaimu seperti yang aku rasakan. Setiap malam, ketika bintang-bintang bersinar di langit, aku terbenam dalam pikiran tentangmu. Seperti lagu yang tak pernah usai, kenangan tentangmu selalu hadir, mengalir di dalam khayalan yang tak terduga.

Aku memendamnya dalam dadaku, merawatnya sebagai rahasia pribadi yang hanya dikenal oleh Tuhan. Dalam keramaiannya, rahasia itu hanyalah seutas benang yang menjaga hatiku tetap dekat denganmu, membiarkan cinta itu tumbuh dan berkembang tanpa ada seorang pun yang menyadarinya. Aku tahu, cinta ini mungkin hanya sebuah impian, tapi aku tak bisa menahan perasaan yang terus tumbuh di dalam hatiku. Aku hanya bisa mencintaimu dengan diam, sementara waktu terus berlalu, merajut kisah cinta yang hanya ada di dalam rahasia ini.

Setiap hari adalah pertarungan antara ingin mengungkapkan perasaanku dan ketakutan akan penolakan. Setiap detik, aku berharap akan ada keajaiban yang membuatku berani mengungkapkan perasaanku. Namun, sampai saat ini, aku masih berdiam diri, menjaga rahasia yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidupku. 

Mungkin suatu saat nanti, entah kapan, entah bagaimana, aku akan menemukan keberanian untuk memberimu tahu bahwa di balik keheningan ini, aku selalu memikirkanmu. Aku menemukan kedamaian dalam diamku, meski kadang juga terasa seperti beban yang terus aku pikul. Mungkin takdir memang telah menulisnya begitu, bahwa cintaku hanya akan dikenal oleh langit, bintang-bintang, dan dalam doaku yang tak pernah putus.

Rasanya menyakitkan mencintaimu dalam diam, bagai menari di atas batas keheningan. Air mata diam-diam menjadi saksi bisu atas perasaan ini, menorehkan luka yang hanya aku yang merasakannya. Kebahagiaan dan kesedihan yang terbaur dalam satu ruang waktu, tanpa kau tahu seberapa besar arti yang kumiliki untukmu. Mencintaimu dalam diam, ironisnya, tak hanya menyakitkan hatiku tapi juga memperkaya kehidupanku dengan kepedihan yang tak terungkapkan. Dan aku, mungkin hanya akan terus menari dalam kesunyian, membiarkan perasaan ini menjadi lagu yang hanya denganku sendiri.

oh, mungkin rasanya seperti memeluk bunga mawar, begitu cantik tapi berduri, semakin aku memeluk kecantikan itu, semakin dalam luka yang kurasakan

Aku memilih untuk tetap terdiam, mungkin dengan harapan suatu hari nanti keberanian akan menyapaku, atau mungkin juga hanya untuk menjaga keindahan rahasia yang telah menjadi bagian dari diriku. Dirimu, tak pernah menyadari betapa dalamnya rasa cinta yang aku sembunyikan dengan indah di dalam hatiku. Dan begitulah aku, mencintaimu dalam diam, seperti kisah yang ditulis oleh takdir tanpa tanda tanya yang terjawab.

Terkadang, saat aku melihat wanita yang mirip denganmu, aku benar benar berharap itu dirimu, aku benar benar berharap takdir akan mempertemukan kita sekali lagi, hanya untuk kau tau seberapa besar perasaan ini.

aku merindukanmu, begitu merindukanmu, sayangnya aku tak sanggup menyebut namamu disini.
Share:

Jumat, 03 November 2023

Trigonometri atau Quadrilateral?

Segitiga atau segiempat?



Di bawah cakrawala senja yang menenangkan, terdengarlah alunan lirih cinta yang tersembunyi. Kisah cinta yang tak terduga, di antara kami bertiga -atau berempat? Aku adalah yang terakhir menyadari rasa cinta yang terpendam. Wanita yang telah lama kutahu, merasakan cinta terhadapku bahkan sebelum kata-kata menciptakan jalan di antara kami. Dan perlahan perasaanku pun tumbuh, mekar dalam rahasia, tanpa cela.

Namun, nasib membawanya pada tahapan yang rumit. Dia yang mencintaiku, kemudian menemukan perasaan yang tumbuh untuk temanku, sahabatku. Aku tidak mengetahui semua itu, sehingga dia harus merasakan kebingungan yang mendalam, dua cinta yang saling berhadapan. Mereka berdua bersembunyi di balik sang surya, menyatu dalam harmoni cinta yang tak terucapkan.

"Tunggu dulu? bukankah temanmu juga mencintai temanku? ini bukan segitiga, tapi persegi!" benar-benar diluar pemahamanku

Ketika kebenaran itu akhirnya terkuak, aku tak bisa mengelak dari pukulan yang menyakitkan. Duniaku hancur dalam serpihan kekecewaan. Tapi aku tahu, aku harus merelakan mereka berdua mengejar cinta mereka masing-masing. Cinta tidak boleh dipenjarakan, dan perasaan harus mengalir bebas.

Ketika dia mengungkapkan perasaannya, hatiku terasa hancur, tetapi juga lega. Dia menemukan kebahagiaannya, dan mendapat kesempatan untuk menjalani cintanya bersinar tanpa bayang-bayang rahasia, itu adalah yang terpenting. Aku merelakan dia kepada sahabatku dengan penuh kebahagiaan di hati.

Kisah cinta ini adalah seni dalam diam, puitis dalam kerinduan, dan tragedi dalam kemurahan, rumit, tak terduga, sebuah cinta segitiga -tidak, maksudku segiempat. Terkadang, kita harus merelakan apa yang kita cintai demi kebahagiaan mereka. Dan dalam kebisuan, aku menemukan ketenangan dan kekuatan untuk melanjutkan perjalanan hidupku.

Meskipun aku berjalan sendiri di bawah kegelapan yang penuh misteri, tapi hatiku tahu bahwa suatu hari, mungkin di tempat lain dan dalam waktu yang lain, aku akan menemukan cinta yang akan menghangatkan hatiku sekali lagi.
Share:

Jumat, 27 Oktober 2023

Gulita

Kegelapan



Di dalam kelam, aku merenung sunyi,
Bertahan dalam kebingungan, oh begitu menciut hati.
Ibuku yang marah, dalam gelap telah mengurungku,
Dalam gulita, aku menunggu, terhenti dalam setiap langkahku.

Air mata mengalir di senyap, dalam diamku terbayang,
Rasa takut yang mendalam, dalam sunyi tak tersembunyi.
Dalam keheningan, doaku terangkat ke langit tinggi,
Mencari cahaya tersembunyi, membawa sinar pagi yang meremang.

Aku, dalam kegelapan, dengan hati yang bergetar,
Menangis pelan, dalam kebingungan, dengan cahaya yang memancar.
Aku hanya berharap, dalam ketidakpastian yang mendalam,
Untuk menghantar aku keluar, menuju cahaya pagi yang bersinar.
Share: